[an error occurred while processing this directive] Diupdate terakhir: 22 November 2001
   Pesantren Virtual -> Tanya Jawab -> Berkumur dengan Penyegar Mulur ketika Puasa

Berkumur dengan Penyegar Mulur ketika Puasa
Seri ke-235, Kamis, 22 November 2001


Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb,

Yang terhormat pembina Pesantren Virtual,

Sekarang saya bekerja sebagai salah satu karyawati di perusahaan swasta di bilangan Cideng Timur, Jakarta Pusat sebagai Customer Service Desk Section.

Yang ingin saya tanyakan ialah:
  1. Saya sedang berpuasa dan harus berhadapan dan berkomunikasi dengan customer setiap harinya, bolehkah saya berkumur dengan penyegar mulut?
  2. Apakah hukumnya bila menangis di siang hari pada waktu melaksanakan puasa?

Semoga pertanyaan saya tidak membingungkan.

Wasalamu'alaikum wr. wb.

Eka


Jawaban:

Yth. Sdri. Eka

Assalamu'alaikum wr. wb.

Berkumur-kumur tidak lah membatalkan puasa Saudari, asalkan tidak sampai ada air yang masuk ke dalam perut. Demikian juga bergosok gigi, meskipun menggunakan pasta gigi atau penyedap mulut, tidak membatalkan puasa, asalkan tidak ada yang tertelan.

Dalam sebuah riwayat, Amir bin Rabiah berkata, "Aku melihat Rasulullah melakukan siwak (gosok gigi) bahkan sering sekali, padahal beliau dalam keadaan puasa" (H.R. Tirmizi).

Sebaiknya dalam berkumur atau bergosok gigi tidak berlebih-lebihan dalam melakukannya, karena berlebih-lebihan dalam berkumur hukumnya makruh karena dikhawatirkan akan menyebabkan tertelannya air kumur. Demikian juga bergosok gigi setelah siang hari hukumnya makruh, karena hadis yang mengatakan "Bahwa bau mulut orang yang sedang puasa, bagi Allah lebih harum dibandingkan 'misk' (sejenis minyak wangi)", ini menunjukkan bahwa bau tersebut tidak selayaknya dihilangkan, khususnya pada siang hari puasa. Demikian pendapat para ulama.

Oleh karena itu, sebaiknya Saudari melakukan berkumur dengan penyegar mulut pada pagi hari, menjelang berangkat kerja dan tidak melakukannya secara berlebih-lebihan. Bila terpaksa ingin melakukannya kembali mungkin sebelum shalat Dhuhur.

Tidak apa-apa menangis siang hari ketika menjalankan puasa. Menangis adalah ekspresi sehari-hari seperti halnya tertawa, sedih, cemberut, dsb. Apalagi kalau menangisnya itu ketika berdoa usai salat karena merenungi dosa-dosa selama/sebelum Ramadan. Kalau ini sih menangis yang dianjurkan dong? Malah mendapatkan pahala (karena doa dan penyesalannya). Atau juga, menangisnya orang yang ingin doanya selalu dikabulkan Allah, menangisnya orang yang ingin selalu dirindukan Allah. Tuhan mungkin malah lebih terharu mendengarnya. Jadi, silakan saja menangis model seperti itu.

Wallahu'alam


Wassalam

Muhajirin Abdul Qadir

[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email anda: [an error occurred while processing this directive]
  Halaman Yang Berhubungan
Tanya Jawab Terbaru
Tanya Jawab Sebelumnya(234)
Tanya Jawab Sebelumnya(236)
[an error occurred while processing this directive]