[an error occurred while processing this directive] Diupdate terakhir: 26 Juni 2002
   Pesantren Virtual -> Tanya Jawab -> Ayat Terakhir al-Qur'an

Ayat Terakhir al-Qur'an
Seri ke-285, Rabu, 19 Juni 2002


Pertanyaan:

Assalamu`alaikum wr. wb.

Pengasuh PV, yang saya tahu selama ini, ayat terakhir yang diterima Nabi SAW adalah pada ayat 3 surat Al-Maidah. Namun pada kitab tafsir Ibnu Katsir, disebutkan pada riwayat lain, bahwa ayat 281 surat Al-Baqarah adalah wahyu terakhir yang diterima Rasul, disertai keterangan Nabi wafat 9 hari/malam setelah menerima ayat tersebut.

Pertanyaan saya :

1. Mengapa sampai ada dua pendapat berbeda?
2. Mana yang jumhur ulama, serta alasan umum mengapa yang satu lebih dipilih dibandingkan yang lain?


Wassalam

Edi S.


Jawaban:

Assalamu`alaikum wr. wb.

1. Dalam bukunya, "Raf'ul Malām", Ibnu Taymiyah mensinyalir, di antara sebab perbedaan ulama adalah tidak semua informasi mengenai sumber-sumber hukum mereka dapatkan. Para ulama itu berijtihad sesuai dengan informasi yang mereka terima.

Hal yang sama juga terjadi dalam penentuan akhir ayat yang diturunkan oleh Allāh kepada Nabi Muhammad saw. Semua informasi yang kita terima berkaitan dengan masalah ini tidak ada yang bersumber langsung dari Nabi sendiri. Informasi itu diberikan oleh para shahābat atau para tābi'īn sesuai dengan pengetahuan mereka.

Selain sebab di atas, ada sebab lain yang juga cukup penting dalam masalah ini, yaitu informasi yang kita terima acap kali bernuasna mutlak, tidak dalam persepektif tertentu. Misalnya, Imam Bukhāri meriwayatkan dari Ibnu Abbās, ia mengatakan: Telah turun ayat berikut ini: "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya". (QS. 4:93), dan ia adalah ayat yang turun terakhir kali, dan tidak ada yang menasakhnya.

Dan masih banyak riwayat-riwayat senada, yang memberi kesan turunnya suatu ayat pada kali terakhir.

Oleh karena itu, ada dugaan kuat bahwa para pencetus ide-ide tsb. tidak bermaksud menyebutnya sebagai ayat yang paling ujung dari rentetan ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, akan tetapi hanya sekedar menyebutnya sebagai ayat terakhir dalam permasalah terkait, atau terakhir dalam persepektif tertentu lainnya.

2. Sebagian ulama bersifat skeptis dalam menentukan ayat mana yang terakhir diwahyukan. Mereka beranggapan, bahwa informasi tentang ini sangat beragam dan saling bertentangan satu sama lain. Selain itu, penetapan masalah ini tidak mempunyai implikasi keagamaan yang berarti. Dilihat dari ini, betapa para ulama sendiri banyak yang merasa kesulitan dalam menyaring kesimpang-siuran informasi tsb.

Adapun informasi yang saudara sampaikan, yaitu QS. al-Māidah 5:3 dan QS al-Baqarah 2:281, akan saya ulas sedikit berikut ini:

QS. al-Māidah 5:3 turun di Arafah pada saat Rasul melaksanakn haji wadā' pada tahun sepuluh, sementara beliau wafat pada awal-awal tahun sebelas [11 H.]. Ibnu Jarīr ath-Thabary menginformasikan, bahwa Rasulullāh wafat setelah delapan puluh satu hari dari hari Arafah [waktu di mana QS 5:3 turun].

Oleh karena tenggang waktu yang lama ini, inforamasi bahwa ayat tersebut adalah ayat terakhir tidak pernah disebut dalam catatan-catatan penting ulūm al-Quran. Informasi ini menjadi sangat populer di kalangan ummat Islam hanya karena kandungannya yang menjelaskan telah sempurnannya Islam, yang kemudian dimaknai secara salah, bahwa sejak itu, Nabi tidak pernah lagi mendapatkan wahyu al-Quran.

Informasi kedua, yakni QS. al-Baqarah 2:281, yang diriwayatkan oleh an-Nasāiy, Ibnu Jarīr, Ibnu Muradawayh dan Ibnu Aby Hātim, jauh lebih mendekati kebenaran. Namun begitu, terdapat informasi lain yang lebih kuat, yaitu informasi Imam Bukhāri dari Ibnu 'Abbās --juga diinformasikan oleh al-Bayhaqy, Ahmad, Ibnu Mājjah dan Ibnu Murdawayh dari 'Umar-- , bahwa ayat terakhir adalah ayat riba [al-Baqarah 2:278-280]. Informasi lain yang tak kalah kuatnya adalah informasi Bukhari dan Muslim, bahwa ayat terakhir adalah ayat dayn [hutang] QS al-Baqarah 2:282.

Sesuai dengan informasi-informasi terakhir ini, adalah sangat mungkin ketiga informasi di atas benar semua, yang berarti ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad saw adalah surat al-Baqarah ayat 278 sampai 282. Keberatan muncul karena tidak ada keharmonisan antara ayat yang di tengah [281] dengan ayat awal [278-280] dan ayat terakhir [281], di mana pembahasan pertama menyinggung transaksi yang mengandung riba sementara yang di tengah mengenai hari akhir, dan kemudian dilanjutkan dengan ayat katiga menyoal hutang piutang.

Akan tetapi ketidakharmonisan ini dapat ditengahi, seperti telah banyak dibahas oleh para sarjana al-Quran, bahwa ayat yang di tengah merupakan penguat terhadap larangan ayat awal [riba, 278-280] dan terhadap perintah ayat terakhir [281]. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam, bahwa perintah dan larangan al-Quran tidak hanya selesai pada urusan duniawi, akan tetapi juga ada tuntutannya pada hari pembalasan nanti.

Kesimpulannya, pendapat yang paling kuat adalah yang menyatakan bahwa ayat terakhir adalah QS. al-Baqarah 2:278-282.

Wallahu a`lam. Semoga membantu.


Wassalamu'alaikum wr. wb.

Abdul Ghofur Maimoen


[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email Anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email Anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email Anda: [an error occurred while processing this directive]
  Halaman Yang Berhubungan
Tanya Jawab Terbaru
Tanya Jawab Sebelumnya(284)
Tanya Jawab Sesudahnya(286)
[an error occurred while processing this directive]