Shalat Tahajud sebelum Tidur
Seri ke-349, Senin, 11 November 2002
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr wb
Pak saya mau bertanya, ketika kita akan melakukan shalat
tahajud, tapi tidak melakukan tidur sejenak itu hukumnya
gimana?
Mohon penjelasannya, saya tunggu jawabannya dari bapak.
Wassalam
Henry
Jawaban:
Menurut makna "tahajud" yang berarti salat malam setelah
bangun dari tidur, memang seakan-akan salat tahajud itu
menyaratkan tidur lebih dulu. Kalau belum tidur maka salat
itu tidak disebut salat tahajud, namun disebut shalat "qiyamullail" (shalat
malam).
Sebelum menjawab poin pertanyaan Anda, coba kita menelusuri:
mengapa tahajud itu sangat dianjurkan? Pada dasarnya ia
dangat dianjurkan karena tengah malam adalah saat mustajabah
utk memanjatkan doa. Tengah malah adalah saat yang tenang,
kebanyakan orang pada pulas tidur, namun para malaikat turun
ke bumi untuk mendengarkan keluhan dan jeritan hati manusia
untuk disampaikan kepada Allah. Kita tidak akan melakukan
salat malam tanpa kesungguhan/komitmen yang ekstra.
Nah, di sini bisa kita simpulkan bahwa hukum yang berlaku
adalah "hukum kebanyakan": karena kebanyakan orang terlelap
tidur di tengah malam, maka jika ada seseorang mau melakukan
salat sunah di tengah malam itu berarti melakukan sesuatu
yang berat, sesuatu yang luar biasa, butuh kesungguhan.
Sekarang kembali pada pertanyaan Anda: lantas, apakah
orang-orang yang tidak tidur pada malam hari karena satu dan
lain hal, dia tidak disunahkan melakukan salat tahajud
(salat malam)? Apakah salat yang dilakukannya pada tengah
malam atau fajar tanpa ia tidur terlebih dulu nilainya tidak
sebaik orang yang tidur sebelumnya? Jawabnya, tentu tidak.
Allah Maha Bijaksana.
Orang yang kebetulan karena tugas pada malam hari, atau
karena lain hal hingga ia sulit tidur malam, tetap
disunahkan melakukan salat malam. Kalaupun secara bahasa
salatnya orang spt ini tidak disebut salat tahajud (yang
berarti salat malam setelah tidur), salatnya tetap disebut
salat malam, karena dilakukan pada malam hari. Dan
fadhilahnya (keutamaannya) tak lebih rendah dari salat malam
yang dilakukan setelah tidur. Karena yang menentukan besar
kecilnya fadhilah sebuah ibadah adalah kekhusyukan dan
ketulusan. Demikian, semoga membantu.
***
Untuk tema yg bersangkutan, Anda bisa membaca "Tanya
Jawab(195) Salat Tahajud", dan beberapa keterangan mengenai
salat tahajud lainnya bisa juga dilihat di situs PV.
Silahkan cari dengan kata kunci "tahajud".
Wassalam
Arif Hidayat
[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email Anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email Anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email Anda: