Mungkinkah Manusia Berkawan Jin?
Seri ke-359, Jum'at, 15 November 2002
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya ada pertanyaan mengenai mahluk Allah yang lain yang bernama Jin.
Apakah mungkin kita manusia berkawan dengan Jin?
Bila dapat apa hukumnya menurut Quran dan Sunnah Rasul?
Saya pernah mendengar suatu hadits bahwa Rasul pernah bersabda " ...
kamu sekalian dari golongan manuasia (yg lahir) diberi kawan yang
(hampir identik) dari golongan jin ... ". Bagaimana pendapatnya?
Terima Kasih
Imam
Jakarta
Jawaban:
Assalamu'alaikum wr. wb.
Menurut pandangan Islam, alam ruh atau dunia halus dibagi tiga, yaitu 1)
alam Malaikat, 2) Alam arwah manusia, termasuk hewan dan 3) alam jin.
Alam Malaikat hanya diketahui dan dikendalikan oleh Allah. Pernah Rasulullah
merasa rindu dengan Jibril, lalu ketika Jibril datang belau bertanya "Wahai
Jibril mengapa engkau tidak mengunjungiku lebih sering?". lalu turunlah ayat
"Dan tidak lah ia (Jibril) turun kecuali atas perintah Tuhanmu" (Q.S. Maryam
: 64). (H.R. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa
mengendalikan alam malaikat.
Demikian juga, ketika arwah manusia meninggalkan jasadnya, hanya Allah yang
tahu bagaimana dan dimana ia berada. Ada pendapat yang mengatakan arwah
nabi-nabi dan syuhada' ada di kuburan mereka. Ada pendapat yang mengatakan
bahwa arwah manusia dikumpulkan Allah dalam wadah-wadah yang digantungkan di
Arsy (H.R. Muslim). Ada juga riwayat yang mengatakan bahwa arwah manusia
yang masih menanggung hutang akan melayang-layang. Ini semuanya menunjukkan
bahwa arwah manusia juga hanya Allah yang menguasainya dan manusia tidak
mempunyai kekuatan untuk bisa menembus alam mereka. Syeh Athiyah Shaqr
(Ulama Azhar) menyimpulkan bahwa mendatangkan arwah leluhur, atau kemasukan
arwah leluhur adalah ulah jin, karena hanya alam ini yang bisa berkomunikasi
dengan manusia.
Kemudian alam jin. Banyak kisah yang menceritakan kemampuan manusia
menguasai bangsa jin. Nabi Sulaiman juga mempunyai tentara jin. Nabi
Muhammad juga pernah menangkap jin dan mencekiknya karena mengganggu salat.
(H.R. Bukhari Muslim). Demikian juga banyak kisah dan riwayat yang
menceritakan kerjasama manusia dengan jin. Menurut Dumairi dalam kitan
"al-Hayawan al-Kubra" Jin didefinisikan sebagai mahluk halus yang mampu
merubah dirinya dengan berbagai rupa, mempunyai akal dan pemahaman, mampu
melakukan pekerjaan berat".
Jin merupakan mahluk yang benar-benar ada, seperti ditegaskan oleh
al-Qur'an, khususnya dalam surah al-Jin, dan kisah nabi Sulaiman yang
memindahkan istana Bilqis dengan pertolongan Ifrit. Beberapa hadist sahih
juga menjelaskan keberadaan jin. Mereka ini terbagi dalam berbagai kelompok.
Dalam hadist riwayat Abi Tsa'labah al-Khushani Rasulullah s.a.w. menjelaskan
bahwa "Jin ada tiga kelompok, ada yang mempunyai sayap dan bisa terbang, ada
yang menyerupai ular, dan ada yang bisa berjalan dan bergerak (seperti
manusia).(H.R. Tabrani dgn sanad Hasan, Hakim juga mengatakan riwayat ini
sahih). Riwayat ABu Darda' Rasullah bersabda "Allah menciptakan jin dalam
tiga golongan, pertama sejenis ular dan kalajengking dan hewan melata bumi,
golongan kedua seperti angin di angkasa dan golongan ketiga seperti manusia
mereka mendapatkan pahala dan hukuman" (H.R. Ibnu Abi Dunya).
Terkadang jin juga mencederai manusia, seperti dalam hadist Muslim
"Rasulullah melarang anak kaecil keluar setelah maghrib sampai Isya', karena
pada saat itu Syetan (jin) banyak berkelairan". Dalam riwayat Abu Lubabah
bahwa Rasulullah melarang membunuh ular yang masuk ke dalam rumah, kecuali
yang tumpul ekornya dan yang ada dua nokath putih di atas tubuhnya, karena
ini yang menyebabkan mata buta dan menyebabkan keguguran wanita hamil. (H.R.
Bukhari Muslim). Terkadang juga mencuri ,seperti yang pernah terjadi pada
zaman sahabat, Abu Hurairah memergoki mereka menyerupai pencuri yang ingin
mencuri harta zakat dan sadaqah, ketika diberitahukan kepada Rasulullah
s.a.w. beliau mengatakan itu jin.
Manusia juga bisa berkomunikasi dengan jin, seperti dalam berapa hadist
sahih Rasulullah berbicara kepada jin pergi bersama jin dan membacakan
kepada mereka ayat-ayat al-Qur'an, lalu mereka meminta bekal, kemudian
Rasulullah memberitahu mereka untuk mengambil tulang (dari hewan yang
disembelih dangan menyebut nama Allah) dan kotoran hewan, maka Rasulullah
melarang ber istinja' dengan tulang dan kotoran hewan yang kering, karena
keduanya makanan saudara kita" (H.R. Muslim dan Tirmidzi).
Semoga membantu
Wassalam
Muhammad Niam
[]
Ikuti juga tanya jawab ini melalui email Anda, tanpa susah-susah lagi membuka web site ini. Caranya! Masukkan email Anda di text-box, lalu klik tombol berikut.
Email Anda: