Membaca Yaseen utk orang meninggal

----
Tanya
-----
Assalamualaikum
Apakah pembacaan Surat Yassin itu hanya ditujukan untuk orang yang telah meninggal, dan sebenarnya faedah & guna dari pembacaab surat Yassin itu apa saja. Demikian pertanyaan saya Gus, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalam,

Agung

------
Jawab:
------
Wa'alaikumussalam wr. wb.

Ada beberapa hadits sehubungan dengan surat Yaseen. Sebagian besar dhaif dan sebagian lainnya shahih. Diantara yang dhaif adalah hadits membaca surat Yaseen di samping mayat: "Nabi Muhammad saw. mengatakan: "Bacalah surat Yaseen di samping mayat-mayat kalian". [Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah]. Hadits ini sanadnya bertumpu kepada ayahnya Abu Utsman, dan ia tidak diketahui sejarahnya. Diantara yang dhaif lagi adalah hadits riwayat Turmudzi dan Darimy: "Nabi mengatakan: Segala sesuati memiliki jantung [al-qalbu], dan jantung al-Qur an adalah surat Yasin. Barang siapa membaca surat Yasin maka Allah mencatat kepadanya atas bacaannya, -Allah mencatat sepuluh kali bacaan al-Qur an". Riwayat ini bertumpu kepada Harun Abu Muhammad, seorang syaikh yang tak diketahui [majhul].

Adapun yang sahih adalah hadits riwayat Atturmudzy mengenai salat malam Jumat, dimana dilaksanakan dengan empat rakaat, rakaat pertama membaca Fatihah dan Yaseen, rakaat kedua Fatihah dan Haamiim Addukhaan, rakaat ketiga Fatihah dan Alif Lam Miim Tanzil as-Sajdah, dan rakaat keempat Fatihah dan Tabarak al-Mufasshal. [baca kembali hadits panjang ini di Turmudzi].

Jadi, pembacaan surat Yaseen disamping mayat tidak boleh dengan niat ibadah dengan status sebagai ajaran Nabi Muhammad, karena transmisi hadits mengenai ini tidak shahih. Pembacaan surat Yaseen hanya diperbolehkan karena secara umum tidak ada larangan, dan untuk sekedar melakukan kebaikan [fadhailul A'maal].

Karena itu, Imam Ahmad bin Hanbal tetap memasukkan hadits ini di dalam musnadnya, walau sanadnya dhaif. Dan untuk mendukung fadhailul a'mal ini, Imam Ahmad meriwayatkan, bahwa para masyayikh, diantaranya Shalih bin Syuraikh dan Isa bin Al-Mu'tamir, juga membacanya di samping mayat. Mereka mengatakan: "Apabila surat Yaseen dibaca di sampingnya, maka ia akan mendapatkan keringanan". [Musnad Ahmad]. Adapun membacanya untuk keperluan yang lain, hal itu lebih didasarkan sebagai tabarruk [ngalap barakah] melalui membaca surat Yaseen. Jawaban untuk pertanyaan kedua dan ketiga insya Allah menyusul. Sekian, semoga membantu.

Abdul Ghofur Maimoen