Telapak Kaki Perempuan Tidak Aurat

Tanya:

Pak ustadz,

Meneruskan pertanyaan dari Tanya Jawab (122), menurut sepengetahuan saya aurat wanita yang boleh dilihat adalah muka dan kedua telapak tangan (kaff). Bagaimana dengan (telapak) kaki, atau supaya lebih spesifik bagian yang di tutupi oleh kaos kaki. Banyak sekali saya melihat wanita yang menutupi semua auratnya kecuali mukanya, kedua telapak tangannya (kaff), dan kakinya. Dalam hal ini Mohon penjelasan dari ustadz.

Terima kasih sebelumnya.

Sandy D. – Kanada

Jawab:

Saudara Sandy, kesimpulan bahwa aurat perempuan itu seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan itu berdasar pada ayat al-Nuur: 31, "pada kalimat illaa maa dzahara minhaa" (kecuali yang [biasa] nampak dari mereka). Kaum perempuan dilarang memperlihatkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak.

Apa yang biasa nampak? Inilah yang kemudian banyak ulama menafsiri, yang dimaksud adalah wajah dan kedua telapak tangan. Pandangan ini saya duga terpengaruh oleh sabda-sabda Nabi yang menyiratkan bahwa yang boleh nampak dari orang perempuan adalah wajah dan kedua telapak tangan. Yang sering lewat dari perhatian adalah telapak kaki. Masak telapak kaki termasuk aurat? Para ulama berbeda pandangan di sini. Ada yang menganggap sbg bagian aurat ada yang tidak.

Saya cenderung yang kedua, tidak aurat. Dan saya kira sangat bisa diterima, bila, dlm hal ini, kedudukan telapak kaki sama dengan telapak tangan. Yang saya maksud telapak kaki di sini, baik bagian dalam dan punggungnya. Sama-sama masuk kategori "illaa maa dzahara minhaa".

Kalau ada perempuan yang senantiasa berkaos kaki itu tak lebih dari keberhati-hatiannya. Sebagaimana perempuan yang suka pakai kaos tangan. Padahal, kalaupun keduanya dinampakkan tak sampai mengundang "fitnah".

Demikian, wallaahua'lam.

Arif Hidayat