Tentang Surah Az-Zukhruf: 18

Ketika saya membuka Surat Az-Zukhruf 18 : Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran. Hal ini juga pernah ditanyakan oleh Teman Saya, yang tercetak Tebal (Menjadi Anak Allah). Saya mohon penjelasan menjadi anak Allah maksudnya gimana ya ? Hal ini kan bertentangan dengan surat Al-Ikhlas. Tanya Jawab [438]: Tentang Surah Az-Zukhruf: 18 Assalamu’alaikum war.wab. Saya adalah hamba Allah yang sedang menuntut dan memahami Al-Quran. Ketika saya membuka Surat Az-Zukhruf 18 : Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran. Hal ini juga pernah ditanyakan oleh Teman Saya, yang tercetak Tebal (Menjadi Anak Allah). Saya mohon penjelasan menjadi anak Allah maksudnya gimana ya ? Hal ini kan bertentangan dengan surat Al-Ikhlas. Setahu saya Surat tersebut menjelaskan tentang Wanita dan perhiasan. Saya mohon penjelasan yang lebih mendalam dari Bapak/Ibu Moderator. Saya takut, bagian yang tersurat tersebut dipakai oleh pihak2 yang tidak bertanggung untuk orang-orang awam islam. Terima Kasih. Wassalam, Irawan ——- Jawab ——- Sdr. Irawan, Ungkapan ayat tersebut berupa pertanyaan, “Apakah patut” atau “Patutkah”. Lengkapnya akan menjadi begini: “Patutkah orang yang dibesarkan dalam keadaan suka berhias–yakni, perempuan (menjadi anak Allah), sedang dia tak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran?” Sampai di sini, ayat tersebut seolah-oleh mengatakan ada yang patut menjadi anak Allah, tapi bukan perempuan. Lantas siapa? Kalau kita hanya membaca sepotong ayat itu, maka maksudnya belum tampak jelas. Agar ayat tersebut jelas dan mudah dipahami, maka bacalah mulai ayat 15 sampai ayat 19. Pada ayat 15 dikatakan: “Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian daripada-Nya. Sungguh manusia itu pengingkar yang nyata.” Penjelasan: Mereka (orang yang kafir atau musyrik) menjadikan sebagian makhluk-Nya sebagai bagian dari-Nya (bagian di sini berarti bagian dari Allah, bisa berupa anak, isteri, keluarga atau teman dan sekutu). Dan yang dimaksud di sini adalah anak. Mereka (orang yang kafir atau Musyrik) menganggap anak-anak Allah itu perempuan, seperti para Malaikat, menurut mereka, adalah perempuan dan menjadi anak Allah. Jangankan menganggap Malaikat sebagai perempuan dan menjadi bagian atau anak Allah, mengganggap Allah memiliki bagian/anak pun sudah merupakan pengingkaran dan kemusyrikan (perhatikan ayat ke 15, “innal insana lakafurun mubin”). Dalam ayat berikutnya, Tuhan lebih memerinci pada perkataan-perkataan para pengingkar tersebut yang memilihkan jenis kelamin perempuan untuk Allah dan jenis kelamin laki-laki untuk diri mereka sendiri. Jangankan sampai memilihkan jenis kelamin, meyakini Tuhan punya anak/bagian saja sudah merupakan bentuk pengingkaran. Begitu maksudnya. Ketika Anda membaca Alquran terjemahan, jangan terganggu dengan pemisahan-pemisahan yang dibuat oleh si Penerjemah, semisal judul yang ditulis denga huruf kapital dalam terjemahan Depag. Karena belum tentu pemisahan itu tepat, begitu pula terjemahannya. Barangkali terjemahan kami bisa membantu pemahaman Anda. Akan kami terjemahkan mulai ayat ke 15 sampai 19, sebagai berikut: Setelah dijelaskan pada ayat ke 9, tentang jawaban orang-orang musyrik/kafir seandainya ditanya “siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Sungguh mereka akan menjawab, “Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui yang menciptakannya.” Tuhan masih mencela mereka karena: 15. Meskipun begitu, mereka menjadikan beberapa hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya (dengan menganggap Allah memiliki anak, dan menempatkan anak itu sebagai sesembahan pula). Sungguh, manusia dalam pengingkaran yang nyata!!; 16. Atau, apakah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memilihkan anak laki-laki untukmu?!; 17. Dan apabila salah seorang di antara mereka diberitahukan kabar (kelahiran perempuan), yang sebelumnya menjadi perumpamaan yang dia atributkan kepada Yang Maha Pemurah, mukanya menghitam dan dia merasa sangat sedih!; 18. (Seperti mereka-kah yang untuk Allah), ciptaan yang dikeluarkan dalam keadaan suka berhias (memakai sutera dan emas, yakni perempuan), dan yang dalam perselisihan tak bisa mengendalikan diri (karena itu, alasan-alasannya menjadi tak jelas dan logis)?!; 19. Dan mereka menjadikan para Malaikat, yang para Malaikat ini adalah hamba-hamba Yang Maha Pemurah, sebagai perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaannya? Kesaksian/pernyataan mereka akan dicatat dan mereka akan ditanyai! Wallahu a`lam. Demikian, semoga membantu. Wassalam Shocheh Ha.