Undian Berhadiah

Pertanyaan:

Saya ingin menanyakan tentang rijsun, bagaimana dalilnya Undian berhadiah, lomba foto, atau kontes berhadiah lainnya apakah termasuk didalamnya/dilarang?

Jawaban:

Assalamu'alaikum wr. wb.

Islam melarang perjudian, atau dalam istilah al-Qur'an disebut maysir dan qimar. Keduanya adalah bentuk perjudian. Dalam ayat 90-91 surah al-Maidah dijelaskan bahwa maysir termasuk rijsun artinya perbuatan yang tercela dan hina dan termasuk perbuatan Syaithan. Kemudian ayat tersebut juga menjelaskan bahwa syaithan memanfaatkan perkerjaan untuk menyulut api permusuhan dan kedengkian dalam hati manusia dan agar mereka lupa dan terlena dari ingat Allah.

Demikian juga dalam surah Baqarah ayat 219, bahwa maysir termasuk perbuatan yang mengandung manfaat, namun kerusakan dan madlarat yang dikandungnya lebih besar dari manfaatnya.

Perjudian didefinisikan sebagai transaksi yang mengandung unsur spekulasi yang bisa merugikan salah satu pihak dan merugikan yang lainnya. Hanya saja Islam memperbolehkan apa yang disebut musabaqah atau kompetisi dengan cara-cara yang benar dan islami. Kompetisi bisa berupa balapan kuda atau menembak atau lomba lari dan lain sebagainya. Dalam hadist dari Abu Hurairah, "Rasulullah mengizinkan pacuan kuda dan juga melakukannya" (Hadist yang menceritakan pacaun kuda ini diriwayatkan oleh Ahmad, ABu Dawud dan Ibnu Majah). Hadist serupa juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar (H.R. Ahmad).

Para ulama melihat bahwa kompetisi yang diperbolehkan adalah yang mengandung unsur mendidik atau melatih ketangkasan dan sesuai dengan etika-etika agama, adapun kompetisi yang tidak mempunyai unsur mendidik dan peningkatan ketangkasan atau yang banyak menampilkan unsur ma'siat, maka ini termasuk yang dilarang agama, seperti kompetisi yang membuka aurat dan lain sebagainya.

Ulama meletakkan ketentuan dimana kompetisi diperbolehkan yaitu sbb:

  1. Hadiah diberikan oleh pihak selain peserta kompetisi, misalnya pihak penyelenggara atau penguasa. Imam Malik melihat bahwa hanya dengan cara ini kompetisi atau pertandingan diperbolehkan.
  2. Hadiah disediakan salah satu peserta, juga diperbolehkan asalkan peserta yang lain tidak ikut iuran memberikan hadiah. Misalnya dilakukan oleh dua orang salah satunya adalah penyedia hadiah, bila peserta lainya menang maka hadiah untuknya sedangkan bila kalah maka ia tidak harus membayar apapun kepada pemenang.
  3. Hadiah disediakan oleh lebih dari satu peserta, misalnya dua orang peserta, namun di sini harus mengikut sertakan peserta lain dan hadiah akan diberikan kepada peserta pemenang. Apabila penyedia hadiah memenangkan pertandingan maka ia berhak mendapatkan hadiah dan peserta lain (ketiga) tidak boleh membayar apapun.

Demikian semoga membantu.

Wallahu a'lam bisshowab

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Muhammad Niam