Select Page

Author: info@pesantrenvirtual.com

Laksana Lebah dan Pohon Kurma

Itulah perumpamaan seorang mukmin,  kokoh imannya seperti pohon kurma yang kokoh akarnya, amal-amalnya meningkat terus tanpa pernah rontok seperti daun-daun pohon kurma, meskipun menghadapi angin kencang dan badai dan hujan, semakin berumur semakin bermanfaat, seperti buah kurma yang sekali berbuah dia akan akan berbuah terus sampai mati. Dan erumpamaan seorang mukmin adalah seperti lebah, ketika memakan, tidak pernah memakan kecuali makanan yang baik. Ketika meninggalkan sesuatu atau memberi sesuatu, tidak pernah kecuali yang baik, ketika menginjak  dahan tidak pernah merusaknya.

Read More

Sistem Manajemen Keuangan Pesantren

Assalamualaiakum warahmatullah wabarakatuh Kami pengurus Pesantren Virtual mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijiriyah 1440. Semoga di tahun baru ini kita senantiasa mendapatkan rahmat dan taufiq dari Allah swt dan kedatangan tahun baru hijriyah kali ini akan membawa kita kepada perubahan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun baru Hijriyah ini Pesantren Virtual merilis program Sistem Manajemen Keuangan Pesantren, disingkat SIMAKUPES. Program ini didistribusikan secara gratis menggunakan lisensi  waqaf untuk pesantren. Tujuan dari program ini untuk memudahkan pesantren dalam mengelola manajeman keuangan, atau bisa disebut sistem akuntansi pesantren. Diharapkan aplikasi ini bisa mendorong pesantren dalam mengelola keuangannya secara akuntable dan moderen...

Read More

Cara Menulis Bahasa Indonesia dengan Huruf Arab

Selama ini di kalangan pesantren Salaf dikenal Huruf Pegon untuk menulis Bahasa Jawa dengan huruf Arab. Di Malaysia dikenal Huruf Jawi untuk menulis bahasa Melayu dengan huruf Arab. Huruf Pegon belum diketahui ada yang membuat font-nya, sedangkan Huruf Jawi sudah ada font-nya. Permasalahannya, di kedua model penulisan tersebut terdapat huruf-huruf yang tidak stadar Arab sehingga orang Arab tidak memahami dan untuk melakukan pengetikan menggunakan komputer memerlukan instalasi font tambahan. Conohnya C ditulis dengan jim dititik tiga, G ditulis dengan Kaof titik tiga, NG dituis ain titik tiga. Ado harokat Pepet untuk menulis E. Sebenarnya di kalangan akademis sudah sering mempraktekkan penulisan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan huruf Arab, misalnya untuk menulis Ijazah berbahasa Arab atau menulis terjemahan Nama Jawa dengan huruf Arab. Selama ini tidak ada ketentuan yang baku tata cara menulis Bahasa Indonesia atau Inggris dengan menggunakan huruf Arab. Landasan yang dipakai hanya best practice. Misalnya menulis nama Sungkono atau Cahya, orang Arab cenderung memahami jika ditulus سونجكونو dan تشاهيا. Berikut ini adalah kaidah dan cara menulis Bahasa Indonesia dengan huruf Arab, kaidah ini disebut Arab Bahasa Indonesia, supaya senada dengan Arab Pegon dan Arab Jawi. قاعدة فنوليسان عرب باهاسا. حوروف  ءابجاد عرب باهاسا س S ج J أ A ت T ك K ب B أو : ــو U ل L تش C ف V م M د D و W ن N تانفا تاندا E...

Read More

MARHABA SYAHRULLAH MUHARRAM

Kata Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Abu ‘Amr ibn Al ‘Alaa berkata, “Dinamakan bulan Muharram karena peperangan (jihad) diharamkan pada bulan tersebut” jika saja jihad yang disyariatkan lalu hukumnya menjadi terlarang pada bulan tersebut maka hal ini bermakna perbuatan-perbuatan yang secara asal telah dilarang oleh Allah Ta’ala memiliki penekanan pengharaman untuk lebih dihindari secara khusus pada bulan ini. Pada bulan ini Allah melarang umatnya untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. Seperti misalnya berperang, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang kuraisy sebelum datangnya agama islam.

Read More

Bid’ah Secara Etimologis dan Terminologis

Salah satu isu besar yang mengancam persatuan umat Islam adalah isu bid’ah. Akhir-akhir ini, kata itu makin sering kita dengar, makin sering kita ucapkan dan makin sering pula kita gunakan untuk memberi label kepada saudara-saudara kita seiman. Bukan labelnya yang dimasalahkan, tapi implikasi dari label tersebut yang patut kita cermati, yaitu anggapan sebagian kita bahwa mereka yang melakukan bid’ah adalah aliran sesat. Karena itu aliran sesat, maka harus dicari jalan untuk memberantasnya atau bahkan menyingkirkannya. Kita merasa sedih sekarang ini, makin banyak umat Islam yang menganggap saudaranya sesat karena isu bid’ah dan sebaliknya kita makin prihatin sering mendengar umat Islam yang mengeluh atau menyatakan sakit hati dan bahkan marah-marah karena dirinya dianggap sesat oleh saudaranya seiman. Yang paling mudah kita baca dari kasus tersebut adalah adanya trend makin maraknya umat Islam saling bermusuhan dan saling mencurigai sesama mereka dengan menggunakan isu bid’ah. Mari kita renungkan, apakah kondisi seperti itu harus terjadi terus menerus di kalangan umat Islam? Di beberapa negara Muslim, seperti di Pakistan, isu itu telah menyulut perang saudara berdarah antar umat Islam hingga saat ini. Sudah tak terhitung nyawa yang melayang karena pertikian seperti itu. Mari kita simak sejenak fatwa Syeh Azhar Atiyah Muhammad Saqr yang dikeluarkan pada tahun 1997. Bahwa  sebenarnya isu bid’ah yang berkembang di masyarakat Muslim saat ini disebabkan oleh perbedaan memaknai bi’dah apakah secara etimologis (bahasa) atau terminologis (istilah). Syeh Atiyah menjelaskan lebih...

Read More

TAHFIDZ FAVORIT

KONSULTASI ONLINE

GROUP DISKUSI TELEGRAM PESANTREN VIRTUAL

Hanya Whatsapp: +6281298666226

Silahkan Salam, perkenalkan diri (nama, umur, lokasi) dan sampaikan pertanyaan singkat padat.

UMRAH MURAH PREMIUM

Categories